Artikel

Wisata JOGLOSEMAR

Program pariwisata Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) diluncurkan untuk meningkatkan kunjungan delapan destinasi wisata unggulan di tiga kota itu. Sinergitas antar 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diharapkan menunjang kunjungan wisata sebanyak 20 juta wisatawan asing di Indonesia. Menteri BUMN Rini Soemarno pada hari Rabu (27/4) di Candi Prambanan telah meresmikan program tersebut di Candi Prambanan. Candi Prambanan

“Borobudur merupakan salah satu magnet untuk menggaet wisatawan.”

Hal ini dikatakan oleh bapak Edy Setidjono, Koordinator Kawasan Joglosemar dan Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Boko, pada hari Rabu, 27 April 2016 kepada wartawan.

Borobudur itu salah satu ikon keajaiban di dunia yang mampu menyedot perhatian para t0urist, Borobudur dikenal pula sebagai highlight-nya pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 2 juta orang dan 11 juta wisatawan nusantara berwisata di tiga kota ini, pada 2019. Selain Borobudur, juga dipromosikan Candi Prambanan, Boko, Kedung Songo, Lawang Sewu, keraton Yogyakarta dan keraton Surakarta. Selain itu, museum kereta api di Ambarawa.

Terdapat empat program dalam peningkatan kunjungan wisata di Joglosemar. Yaitu pengembangan destinasi dan event (pergelaran), juga pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas. Ada juga program promosi dan pengembangan masyarakat untuk pelestarian lingkungan.

Kraton JogjaPada kesempatan itu juga gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan Yogyakarta, Solo dan Semarang merupakan wilayah yang sangat strategis. Bisa dikembangkan dengan saling mengkontribusi kekuatan.

“Di Joglosemar sarat peninggalan sejarah yang masih hidup. Sayang, Medan magnet itu belum kuat untuk menarik wisatawan.”

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan, kawasan Joglosemar menjadi daya tarik wisatawan dan menjadi penyumbang kunjungan wisatawan baik dari mancanegara mau pun dalam negeri. Target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang ke Indonesia.

Sinergi transportasi laut, udara dan darat serta sarana wisatawan harus dilakukan untuk meningkatkan kunjungan itu. Kawasan Yogyakarta, Solo dan Semarang merupakan salah satu destinasi wisata yang utama. “Kami mendorong bagaimana bandara Solo bisa menerima pesawat dari luar negeri. Kami bangun rel dari bandara Solo ke Yogyakarta,” kata dia.

Kawasan wisata di tiga kota itu yang bisa dikunjungi adalah candi-candi, Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Situs Sangiran, kawasan pegunungan (Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, Telomoyo, Prau, Ungaran), Kota Lama, Situs Perkereta-apian, perkebunan dan sebagainya.

sumber: Tempo.co 27/4/2016