Mengenang 309 Tahun Lahirnya Sang Pendiri Yogyakarta

Napak Tilas Pangeran Mangkubumi

"Sejarah tidak pernah benar-benar diam. Tepat pada hari ini, 6 Agustus 2026, kita kembali ditarik ke sebuah momen penting yang terjadi 309 tahun silam. Pada 6 Agustus 1717, lahir seorang bayi di Kartasura bernama Raden Mas Sujana, yang kelak menorehkan tinta emas sejarah Nusantara sebagai Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Lebih dari tiga abad berlalu, namun napas perjuangan dan keindahan mahakarya budayanya—seperti Keraton Yogyakarta dan Taman Sari—masih berdiri megah. Mengunjungi Yogyakarta di bulan Agustus bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebuah napak tilas menyusuri jejak langkah sang raja."

Perjalanan sejarah hidup Sri Sultan Hamengkubuwono I, sang pendiri Kesultanan Yogyakarta, dan bagaimana warisan yang ia bangun kini menjadi nadi dari Wisata Sejarah Nusantara.

Berikut adalah alur waktu yang menghubungkan peristiwa-peristiwa tersebut:

Kelahiran Pangeran Mangkubumi

6 Agustus 1717

Di Kartasura (ibu kota Kesultanan Mataram saat itu), lahir seorang bayi laki-laki bernama Raden Mas Sujana. Ketika dewasa, ia diangkat sebagai pangeran dan menyandang gelar Pangeran Mangkubumi. Beliau dikenal sangat cakap dalam keprajuritan, taat beribadah, dan sangat menjunjung tinggi budaya Jawa.

Perjanjian Giyanti & Lahirnya Yogyakarta

Tahun 1755

Setelah konflik panjang melawan VOC dan intrik internal keraton Mataram, disepakatilah Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755. Perjanjian ini membelah Kesultanan Mataram menjadi dua: Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi pun naik takhta menjadi raja pertama Yogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I. Pada tahun yang sama, beliau mulai mendirikan istana (keraton) sebagai pusat pemerintahan.

Jantung Wisata Sejarah Nusantara

Masa Kini

Keputusan Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755 untuk membangun Keraton Yogyakarta dan kemudian Taman Sari (istana air tempat rekreasi raja), meninggalkan warisan arsitektur dan budaya yang luar biasa. Saat ini, kompleks keraton dan bangunan-bangunan peninggalan beliau menjadi salah satu pilar utama Wisata Sejarah Nusantara. Jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Yogyakarta untuk napak tilas sejarah, melihat koleksi pusaka, dan mempelajari kebudayaan luhur peninggalan sang pendiri keraton.

Potret Warisan Sang Pangeran Saat Ini

Peninggalan fisik dari Sri Sultan Hamengkubuwono I masih dirawat dan berdiri megah hingga hari ini sebagai destinasi wisata unggulan:

Pemandangan indah kolam-kolam bersejarah dan arsitektur Taman Sari di Yogyakarta, Indonesia. Foto oleh Rafli dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/tengara-penunjuk-penanda-tonggak-batas-4889869/

Singkatnya, Raden Mas Sujana (Pangeran Mangkubumi) yang lahir pada 1717, adalah tokoh sentral yang pada tahun 1755 mendirikan Kesultanan Yogyakarta. Mahakarya bangunan dan warisan budaya dari pemerintahannyalah yang kini kita nikmati sebagai Wisata Sejarah Nusantara

Sewa Armada

Maeru Tour & Transport di Yogyakarta